Selasa, 02 November 2010

RESENSI BUKU METODOLOGI STUDI ISLAM

OLEH : H. Indrawan CS.Pd.I

Judul                : Metodologi Studi Islam
Penulis              : Prof. Dr. Supiana, M.Ag. Pepen Supendi, S.Pd.I
Penerbit            : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan    
Terbit               : Cetakan pertama, Agustus 2010
Halaman           : iii + 227 halaman

Metodologi studi islam adalah salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa UIN, IAIN, STAIN, dan PTS yang menyelenggarakan pendidikan ilmu-ilmu agama islam di lingkungan kementrian Agama RI. Metodologi studi islam berhubungan erat dengan mata kuliah yang lain seperti mata kuliah ulumul qur’an, tafsir, ulumul hadits, hadits, tauhid, fiqih,akhlaq, tasawuf, filsafat islam dan pembaharuan pemikiran islam.
Dengan urgensi mempelajari Metodologi studi islam tersebut, maka Prof. Dr. Supiana M.Ag dan Pepen Supendi S.Pd.I menyusun buku MSI sebagai jawaban atas permasalahan-permasalahan yang muncul pada era kontemporer ini.
Buku ini memiliki 227 halaman dengan tersusun oleh sebelas bab, diantaranya dalam pembahasan pertama, dijelaskan tentang pentingnya metodologi studi islam yang bermanfaat dalam mengubah pemahaman masyarakat muslim Indonesia dari pemahaman yang sempit menjadi luas. kemudian dijelaskan pula berbagai pengertian agama baik yang dikemukakan oleh pakar dari Indonesia maupun pakar dari barat.
Dalam pembahasan kedua, menjelaskan tentang dikotomi ilmu dan sejarah munculnya, pembidangan ilmu agama islam baik melalui ketetapan departemen agama maupun hasil rekomendasi dari para pakar. Kemudian membahas pula karakteristik ajaran islam yang sebenarnya dengan memaparkan beberapa bidang-bidang yang menjadi karakter ajaran islam itu sendiri.     Pembahasan selanjutnya berkenaan dengan pendekatan-pendekatan dan metode dalam studi islam yang memaparkan corak pemikiran-pemikiran keagamaan islam, diantaranya pemikiran keagamaan fundamentalis, modernis, misianis, dan tradisionalis, dan tuntutan untuk memhami agama sesuai dengan zamannya yang memunculkan pendekatan-pendekatan dalam memahami agama seperti pendekatan teologi, pendekatan histories, sosiologis, antropologis, filosofis dan sebagainya.
Bab ini pun menjelaskan beberapa metode dalam mengkaji agama. metode-metode yang dipandang lazim digunakan penelitian pemikiran keagamaan tersebut. Antara lain, metode fiologi, deskriptif, perbandingan hermeneutika, dan fenomologi, mistikal, dan filsafat. Metode-metode tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam pengkajiannya. Selanjutnya pada bab V dibahas tentang sumber ajaran islam, yaitu al-qur’an yang meliputi pembahasan fungsi Al-qur’an,  ilmu-ilmu Al-Qur’an, kaidah-kaidah tafsir, ketentuan-ketentuan dalam penafsiran. Dalam bab ini penulis memberi informasi kepada pembaca tentang kajian dalam mempelajari Al-Qur’an secara umum setelah mempelajari studi Al-Qur’an sebagai sumber ajaran islam. Maka dalam bab selanjutnya dibahas mengenai sumber ajaran islam yang kedua yaitu al-hadits, bab ini membahas hadits dari pengertian, fungsi, hingga jenis-jenis hadits.
Kemudian dipaparkan metode studi hadits yang meliputi tujuan penelitian, langkah-langkah penelitian hadits, sejarah singkat kodifikasi dan metode takhrij hadits. Setelah pembahasan alquran dan hadits, bab selanjutnya juga memiliki korelasi pembahasan, yakni pembahasan tentang ijtihad sebagai sumber dan metode studi islam, isi dalam pembahasan tersebut dibagi kepada dua bagian, yaitu ijtihad sebagai sumber ajaran dan sebagai sumber metode studi islam. Bab selanjutnya membahas metode mempelajari pemahamaman tentang islam yang meliputi berbagai kajian metode. Bab ini memiliki kegunaan dalam menganalisa khazanah intelektual muslim terutama dalam kajian ilmunya.
Dari beberapa pembahasan pada bab sebelumnya tentu saja tidak terlepas dari sejarah kebudayaan islam, maka dalam bab IX dibahas sejarah kebudayaan islam yang dibagi atas masa Nabi dan Khulafaurrasidin, masa dinasti umayyah dan abbasiyah, dan masa tiga kerajaan besar. Kemudian pada penghujung bab dipaparkan tentang kajian keislaman yang dipahami dari outsider dan insider, dan isu isu kontemporer dalam Islamic studies. Keutamaan dalam bab ini adalah pembaca akan memahami peta dan posisi islam dalam perspektif orang yang berbeda.
Adapun kelebihan dalam buku ini, diantaranya struktural pembahasan yang sistematis-korelasi, sehingga memudahkan pembaca dalam memahami pembahasan secara korelatif pula. Kemudian buku ini memberi bekal terhadap pembaca sebagai pengantar studi agar memiliki pemahaman terhadap islam secara komprehesif dari berbagai aspeknya, mengetahui beberapa metode dan pendekatan dalam mempelajari islam, dan mengupayakan pembaca agar memiliki gambaran umum mengenai islam secara efektif dan efisien dalam waktu yang relatif singkat.    
Disamping memiliki kelebihan, buku ini pun tidak terlepas dari kekurangannya, yaitu memiliki beberapa pembahasan yang kurang mudah untuk terfahami bagi pemula khususnya, kemudian editing belum sempurna, dan glosarium yang kurang lengkap sehingga masih banyak bahasa yang tidak terdefinisi.
Buku ini sangat bermanfaat bagi para calon cendikiawan muslim sebagai tahap awal dalam memahami islam lebih dalam lagi.

Catatan peresensi (kritik)
Dalam bab II, halaman 4, dituliskan “…kekeliruan itu terjadi karena pengajian tadi dan kurikulum pendidikan hanya menekankan pada aspek ibadah, tauhid, al-qur’an dan as-sunnah… ”. Dalam hal tersebut, mohon diperhatikan kembali masalah perbahasaan yang memungkinkan terjadinya kesalahan penafsiran bagi pembaca. Bila dikaitkan dengan kalimat sebelumnya tentang umat islam yang banyak beranggapan islam bersifat sempit, kemudian salah satunya adalah ‘kekeliruan karena hanya mempelajari qur’an dan sunnah’, tentu saja itu keliru, karena meskipun hanya mempelajari dua sumber tersebut agama tidak akan sempit. Karena dengan mempelajarinya dengan catatan didasarkan dengan ilmu, al-qur’an as-sunnah akan melahirkan berbagai aspek yang luas, dan mampu menjawab tantangan zaman. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar